Jagalah Allāh, Niscaya Allāh Akan Menjagamu Oleh H.Mustafa

8765

Suatu hari, Ibnu ‘Abbas rāḍiyallāhu ‘anhuma yang ketika itu masih belia sedang berada di belakang Rāsulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rāsulullāh memberikan wasiat yang sangat indah kepada Ibnu ‘Abbas yang sangat patut kita perhatikan. Beliau bersabda,

إحفظ الله يحفظك، إحفظ الله تجده تجاهك

“Jagalah Allāh, niscaya Allāh akan menjagamu. Jagalah Allāh, niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di depanmu”

(HR. Tirmidzi, beliau menilai hadits ini hasan ṣahih)

bgfre

Makna wasiat Rāsulullāh : “Jagalah Allāh”

Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad hafiẓahullāh berkata,

“(Maksud hadits di atas adalah) jagalah batasan-batasan Allāh dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, membenarkan segala berita yang Allāh kabarkan, beribadah kepada-Nya dengan cara yang disyari’atkan, bukan dengan hawa nafsu dan cara-cara yang tidak disyari’atkan .

vcxsz

Jika engkau menjaga Allāh (seperti pengertian di atas), niscaya Allāh akan menjagamu baik dalam urusan agamamu maupun duniamu dengan balasan yang sesuai” (Fathu-l Qāwiyy Al Matin, hal. 70)

gf

Bentuk penjagaan Allāh kepada hamba-Nya di dunia adalah dengan menjaga urusan dunianya, tubuhnya, anak keturunannya, keluarganya, dan hartanya. Sedangkan penjagaan Allāh kepada hamba-Nya dalam urusan agamanya adalah dengan menjaga agama dan imannya dari kerancuan pemikiran yang menyesatkan dan syahwat yang terlarang sehingga ia berjumpa dengan Allāh di atas agama dan akhlak yang dicintai dan diriḍai oleh-Nya.

(lihat Qāwa’id wa Fawa-id min Al Arba’in An Nawawiyyah hal. 170-171)

gfvds

Sedangkan sabda beliau ṣallallahu ‘alaihi wa sallam

إحفظ الله تجده تجاهك

“Jagalah Allāh, niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di depanmu”

vcd

Maknanya adalah jika engkau menjaga batasan-batasan Allāh, maka engkau akan mendapatkan bahwa Allāh memberikan perhatian padamu dan menolongmu baik dalam urusan agamamu maupun duniamu. (Fathu-l Qāwiyy Al Matin, hal. 70)

22127230-muslim-arabic-father-and-son-recitating-koran

Buah menjaga Allāh di masa muda

Tersebutlah seorang ulama yang Allāh berikan berkah dalam umurnya. Allāh berikan padanya umur panjang yang beliau manfaatkan umurnya tersebut untuk berbakti kepada Allāh. Beliau adalah Al Qāḍi Abu Syuja’ Ahmad bin Al Husain bin Ahmad Al Aṣfahāni Al ‘Abbādāni Asy Syāfi’I rāhimahullāh, salah seorang ulama maẓhab Syafi’i. Beliau adalah penulis Matan Al Ḡayah wat Taqrib atau yang lebih dikenal dengan Matan Abi Syuja’. Beliau dilahirkan di Baṣrāh tahun 433 H dan wafat di Madinah tahun 593 H. Berapa umur beliau? 160 tahun!

gtr4e

Dengan usia sepanjang itu, ketika di masa tua, beliau tidaklah merasakan yang namanya ‘penyakit orang tua’ yang sering menimpa sesepuh-sesepuh di sekitar tempat tinggal kita. Anggota tubuh beliau sehat-sehat semua. Ketika ditanya rahasianya, maka beliau menjawab,

ما عصيت الله بعضو منها. فلما حفظتها في الصغير عن معاصي الله حفظها الله في الكبر

“Aku tidak pernah menggunakan tubuhku untuk bermaksiat kepada Allāh. Dikarenakan aku menjaga tubuhku dari maksiat di waktu kecil, maka Allāh menjaga tubuhku di waktu tua” (Lihat Matan Abi Syuja’ hal. 15, Daar Ibnu Hazm, bagian biografi penulis kitab)

holy-quran-rosary-17663532

Masya Allāh…!

Mari kita berusaha menjaga Allāh , mudah-mudahan Allāh Ta’āla menjaga kita di masa tua Insya Allah.Amin

H.Mustafa

H.Mustafa

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s