BHGVFD

Merawat Kebaikan Diri ********************************H.Mustafa Semrani

sifat-sempurna-akhlak-terjaga-jeddah-saudi-arabia+1152_12976120901-tpfil02aw-30879

Hidup kadang tak ubahnya seperti merawat bunga mahal. Perlu ketelitian dan kesabaran agar bunga tetap indah. Sedikit saja sembrono, bukan saja bunga indah menjadi layu. Tapi, penyakitnya bisa menular ke bunga lain.
Ada yang gelisah ketika sampai tiga kali Rasulullah saw. menyebut akan datang ahli surga. Dan tiga kali pula orang yang datang selalu dia. Beliau adalah Saad bin Abi Waqash. Kegelisahan pun menjadikan Abdullah bin Umar menyatakan diri ingin bertandang ke rumah Saad.

656545

Satu hari ia bermalam di rumah Saad, tapi hasilnya biasa-biasa saja. Tidak ada ibadah istimewa yang berbeda dengan yang biasa diamalkan para sahabat lain. Hingga lebih dari dua malam, Ibnu Umar terus terang. “Saya cuma ingin tahu, amal istimewa apa yang Anda lakukan hingga Rasul menyebut Anda ahli surga,” begitulah kira-kira ucap putera Umar bin Khathab ini.

jhgfed

Saad dengan tanpa sedikit pun merasa bangga mengatakan, “Tidak ada perbuatan ibadah saya yang istimewa. Kecuali, tiap menjelang tidur, saya selalu membersihkan hati saya dari hasad, kecewa, dan benci dengan semua saudara mukmin selama pagi hingga malam. Itu saja!” Seperti itulah jawaban Saad. Sederhana, tapi istimewa.

VD

Berbeda dengan Ibnu Umar, Thalhah pun pernah gelisah. Beliau khawatir kalau sebuah ayat yang baru saja turun berkenaan dengan dirinya. Ayat itu berbunyi, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahui.” (QS. 3: 92)

JHGTFD

Soalnya, ada satu kebun kurma subur milik Thalhah yang begitu menambat hatinya. Hampir tiap hari ia berkunjung ke situ. Shalat Zuhur dan Ashar di situ, tilawah dan zikir pun di kebun indah itu. Ia nikmati kicauan burung, dan pemandangan sejuk hijaunya dedaunan kurma.

jhtre

Menariknya, kegelisahan itu tidak ia tanyakan ke Rasulullah. Tapi, langsung ia infakkan buat jalan dakwah. Ia nyatakan di hadapan Rasul kalau kebun kesayangannya itu diwakafkan buat kepentingan perjuangan Islam. Subhanallah!

bgvfdbgvfd

Begitulah para sahabat Rasul. Mereka begitu gelisah ketika diri belum berhasil menangkap peluang kebaikan. Padahal, peluang itu sudah ditawarkan melalui ayat Alquran yang baru saja turun atau ucapan Rasul. Kegelisahan itu belum akan sembuh hingga mereka benar-benar telah mengambil peluang itu dengan sebaik-baiknya.

grew

Itulah sikap ihsan yang dicontohkan para sahabat dalam menata diri. Mereka begitu menjaga mutu amal agar tetap the best. Selalu terdepan. Tidak heran jika semangat fastabiqul khairat atau lomba berbuat baik begitu memasyarakat di kalangan sahabat Rasul.

vfcdsdsa

Mereka seperti terbingkai dalam sebuah ayat Alquran tentang generasi pewaris Nabi. Dalam surah Faathir ayat 32. “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Lalu, di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.”

images

Sikap ihsan itulah yang menjadikan para sahabat Rasul selalu punya hubungan harmonis dengan Yang Maha Penyayang, Allah swt. Hati mereka begitu terpaut dengan mutu ibadah yang serba terbaik. Tidak heran jika berkah kemenangan selalu memancar di tiap sepak terjang perjuangan mereka. Siapa pun yang mereka lawan. Dan seperti apa pun kendala perjuangan yang mereka hadapi.

gfdewsds

Begitu pun dalam hubungan muamalah sesama manusia. Mereka tidak sedang menyulam benang vertikal sementara tali horisontal terburai. Hubungan kepada Allah selalu the best, dan kepada manusia sangat terawat. Tidak ada hubungan dagang, perjanjian, hidup bertetangga yang cacat.

gfredw
Mereka begitu sempurna karena setidaknya ada tiga hal. Pertama, pemahaman dan ketaatan yang begitu utuh terhadap aturan Islam. Mungkin ini wajar karena Islam yang mereka peroleh langsung dari sumbernya yang pertama, Rasulullah saw.

yt654

Kedua, kehausan mereka dengan ilmu selalu berdampak pada perubahan dalam diri dan amal di hadapan manusia. Ini mungkin yang mahal. Mereka belajar Islam bukan buat sekadar ilmu pengetahuan. Apalagi, cuma kliping materi. Tapi, benar-benar sebagai penuntun langkah yang segera mereka ayunkan.

hyttr543

Dan ketiga, adanya keteladanan dari pihak yang sangat mereka hormati. Inilah yang mungkin langka. Tapi, ini pula yang akhirnya menentukan. Membumi tidaknya sebuah nilai di tengah masyarakat sangat bergantung dari sepak terjang pelopornya. Cocokkah antara ucapan dan perbuatan. Jika klop, nilai akan berkembang pesat. Tapi jika sebaliknya, sebuah nilai hanya sekadar kumpulan pengetahuan yang cuma bagus dalam lemari pajangan.

mkjhuyt

Allah swt. berfirman, “Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)

dw3

‘Aku dan orang yang mengikutiku’. Itulah simbol keteladanan yang berbuah ketaatan dan semangat kerja yang selalu membara.

bgfde

Dalam hal apa pun, Allah swt. meminta hamba-hambaNya untuk selalu ihsan. Termasuk dengan hewan. “Sesungguhnya Allah swt. mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, hendaknya membunuh dengan cara yang baik. Dan jika menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik: menajamkan pisau dan menyenangkan hewan sembelihan itu.” (HR. Muslim)

 

 

H.MUSTAFA SEMRANI

H.MUSTAFA SEMRANI

224057_106380372783504_5599285_n

Munajat Hamba Pada Rabb Yg Maha Baik Oleh H.M Semrani

Surga ini, tak ada yang bisa memasukinya kecuali mereka yang bersih (dari syirik dan dosa-dosa).

r43r43

Sebagaimana Allah (Yang Mahakuasa) telah berfirman dalam Surat Az-Zumar bahwa para malaikat akan memanggil para penghuni surga, dan mereka akan mengatakan, “Selamat atas kalian, kalian telah menjadi suci, maka masuklah ke dalamnya [syurga] untuk tinggal dan selamanya di sana.”

The-Importance-of-DUA

Dan para ulama telah menafsirkan ayat ini dengan mengatakan: “Kalian telah menjadi suci artinya perkataan kalian telah menjadi suci, dan tingkah laku kalian telah menjadi suci, dan tindakan kalian telah menjadi suci, dan perbuatan kalian yang tampak telah menjadi suci, maka masuklah ke dalam surga dan kekallah di dalamnya.”

Flag_of_the_Aceh_Sultanate

Dan bagi orang-orang beriman di dunia ini, dan mereka yang mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, tetapi dia memiliki keburukan yang dia lakukan, dia akan disucikan, sehingga dia akan menjadi suci di dunia ini, maka Allah akan memberinya ujian dan kesukaran, yang akan menyucikan dia dari dosa-dosanya, sampai dia berjalan di atas bumi, dengan tidak membawa dosa, sehingga dia memasuki surga, dalam keadaan bersih.

images

Dan akan ada orang yang dihukum di dalam kubur mereka, sehingga dia akan dihimpit oleh kubur, di mana itu akan menghapus dosa-dosanya. Atau dia akan diadili di kubur, atau pada Hari Keputusan. Atau dia akan dibersihkan di api neraka jahannam (والعياذ بالله), sampai dia memasuki surga dalam keadaan suci. Karena ini tidak pernah mungkin, karena tak satu pun dari kita yang akan bisa memasuki surga dalam keadaan mempunyai dosa walau hanya sebesar biji atom.

hgfd

Namun Allah Yang Maha Suci dan Maha Mulia karena Dia Suci, karena Dia Maha Suci, Maha Kuasa, Dia akan memanggil hamba-Nya pada Hari Kiamat. Dia membuatnya mengakui dosa-dosanya.

“Bukankah kau telah melakukannya dan melakukan ini dan ini? Bukankah kau telah melakukan itu dan itu?”

Maka dia mengatakan, “Ya, wahai Rabb.”

Maka Allah mengatakan, dan ini semua adalah Kesucian dan Kekuasaan-Nya, lihatlah ini, ini dari Kesucian-Nya. Dia membuatnya megakui dosa-dosa kecilnya, tetapi tidak dengan dosa-dosa besarnya.

mgfd

Maka Allah mengatakan, “Wahai hamba-Ku, bukanah kau telah melakukannya dan melakukannya?”

Maka dia menjawab, “Ya, wahai Rabb.” Dan dia merasakan rasa bersalah atas dosa-dosa besar-Nya dan dia merasa bersalah atas dosa-dosa besar-Nya. Dia mengetahui apa yang telah dia lakukan.

Lalu Allah berkata, “Wahai hamba, bukankan kau telah melakukanya?”

Dia menjawab, “Ya, wahai Rabb.” “Ya, wahai Rabb.” “Ya, wahai Rabb.”

Lalu Allah akan berkata, “PERGILAH, karena Aku telah menyembunyikannya untukmu di dunia, dan Aku telah mengampuninya untukmu hari ini.”

Maka dia pun memasuki surga, dan dia berkata, “Ya Rabb, masih ada dosa-dosa yang tersisa.”

Karena Allah telah mengatakan, “Pergilah, karena Aku telah menyembunyikannya untukmu hari ini, dan Aku akan mengembaikannya padamu menjadi hadiah.”

nbhgfvds

Hadiah. Mengapa Dia mengubahnya menjadi hadiah?

Karena Allah Maha Suci, karena Allah, Dia Maha Suci, Maha Kuasa. Karena Dia Maha Suci, maka si hamba akan mengatakan, karena dia tengah berharap dosa-dosa besarnya diampuni sekarang, tapi sepintas lalu dia takut dosa-dosanya besarnya tak akan disembunyikan, jadi dia berkata, “Wahai Rabb-ku, aku masih mempunyai dosa-dosa yang tersisa,”

Maka Allah tersenyum padanya, dan selamatlah orang yang Allah tersenyum kepadanya, karena Dia Maha Suci, Allah berkata, “Wahai hamba-Ku, Aku telah menyembunyikannya untukmu di dunia, dan Aku mengampuninya untukmu hari ini, maka masuklah ke Surga.”

nbvdc

Dia pun memasuki Surga dan mengambil buku catatan amalnya dengan tangan kanannya. Maka dia pergi kepada orang-orang yang berkerumun untuk penghisaban.

Sepintas lalu, dia takut, dosa-dosanya akan ditampakkan, atau dia takut namanya tidak akan disebut. Dia tidak mau seorang pun mengetahui siapa dirinya karena dia mengetahui dosa-dosanya. Dia kemudian akan berkata, “Ini, bacalah buku [catatan amal]ku.”

Ya Allah Yang Maha Suci, Ya Allah Yang Maha Suci, Ya Allah Yang Maha Suci…

Kami memohon pada-Mu akan kasih-Mu,

Dan kami memohon pada-Mu kasih-Mu untuk mereka yang mencintai-Mu,

Dan kami memohon pada-Mu untuk mengasihi setiap tindakan yang membawa kami lebih dekat pada-Mu,

Wahai Allah, Wahai Rabb, Yang Maha Suci…

gfdsrthjm

Luruskan perkataan kami,
Luruskan niat kami,
Luruskan tindakan kami,
Luruskan perbuatan kami,
Luruskan tingkah laku kami,
Sucikanlah istri kami, anak-anak kami,
Luruskan rezki kami,
Perbaikilah ketetapan atas kami, jauh dari sebelumnya.

bvcx3.jpg

Wahai Yang Maha Suci, akankah Engkau menghukum kami sementara kami mencintai Engkau?

Wahai Allah Yang Maha Suci, aku memohon pada-Mu, memohon cinta-Mu. Dan kami memohon pada Allah, Yang Maha Kuasa untuk mengampuni kami, dan mengangkat kedudukan kami, agar Dia mengampuni orang tua kami, dan semua orang yang mengatakan; aamiin.

Semoga shalawat serta salam tercurah pada Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan para sahabatnya.

H.Mustafa Semrani

H.Mustafa Semrani

654

Ilmu & Akhlaq Oleh H.M Semrani

Ilmu adalah harta yang amat berharga, bahkan lebih berharga daripada kekayaan berupa materi. Paling tidak, begitulah di mata Qadhi Jalaluddin al-Qifthi. Beliau adalah ulama Halab yang memiliki perhatian besar terhadap kitab para ulama. Beliau gemar mengumpulkan kitab para ulama, terutama yang ditulis langsung oleh penulisnya. Tak aneh jika beliau pun menjadi rujukan para ulama pada zamannya.

sifat-sempurna-akhlak-terjaga-jeddah-saudi-arabia+1152_12976120901-tpfil02aw-30879

Suatu saat Qadhi Jalaluddin memperoleh kitab Al-Ansab yang ditulis tangan oleh penulisnya sendiri, yakni Imam as-Sam’ani. Hanya saja, kitab yang diperoleh kurang satu jilid. Qadhi Jalaluddin terus berusaha mencari naskah yang satu jilid itu, namun gagal.

gtrew

Setelah beberapa hari Qadhi Jalaluddin mulai berputus-asa. Namun, tak lama ada beberapa sahabat beliau menemukan lembaran kertas di pasar peci Kota Halab yang sama dengan naskah yang dimiliki Qadhi Jalaluddin. Mereka menyampaikan informasi itu kepada Qadhi Jalaluddin. Qadhi Jalaluddin pun mendatangi pasar itu. Ia menemui pembuat peci untuk bertanya mengenai kertas-kertas itu, yang ternyata merupakan bagian dari kitab as-Sam’ani yang ia cari-cari itu. Pembuat peci itu berkata, “Saya membeli ini bersama kertas-kertas lainnya, lalu saya jadikan lapisan peci.”

Mendengar jawaban pembuat peci itu, Qadhi Jalaluddin merasa sangat bersedih (I’lam an-Nubala, IV/426).

gfdegf

Karena amat berharga, generasi Muslim pada masa lalu selalu memiliki hasrat yang tinggi untuk menguasai ilmu. Untuk itu, mereka senantiasa berupaya sungguh-sungguh dalam belajar. Terkait kesungguhan dalam belajar ini, Ja’far al-Maraghi mengisahkan: Aku memasuki pemakaman di Tustar, lalu aku mendengar ada teriakan, “Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah; Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah,” terus diulang-ulang dalam waktu yang lama. Aku mencari tahu dari mana asal suara itu. Akhirnya, aku melihat Ibnu Zuhair sedang belajar sendiri menghapal hadis Al-A’masy.” (Al-Jami’ al-Akhlaq ar-Rawi, hlm. 407).

fdsdf

Kesungguhan dalam belajar juga ditunjukkan oleh Imam Abu Ishaq asy-Syiraji. Beliau adalah salah seorang ulama mazhab asy-Syafii yang terkenal dengan hapalannya yang kuat. Hal itu tidak mengherankan karena mujahadah Imam asy-Syirazi dalam belajar pun amat kuat. Mengenai mujahadah beliau dalam belajar, beliau pernah bertutur, “Aku biasa mengulangi setiap masalah qiyas sebanyak seribu kali. Jika aku selesai, aku menghapal qiyas yang lainnya. Demikianlah, aku mengulangi setiap palajaran seribu kali!” (Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, IV/218).

*****

Selain membuat seseorang menjadi faqih, ilmu sejatinya melahirkan akhlak mulia. Para ulama terdahulu benar-benar telah membuktikan keduanya: faqih sekaligus berakhlak mulia.

jnhgtr

Contohnya adalah Imam Abu Hanifah. Beliau memiliki murid bernama Imam Abu Yusuf. Suatu saat Imam Abu Yusuf menghadiri majelis ilmu Imam Abu Hanifah. Namun, ayahnya melarang, “Engkau tidak usah pergi kepada Abu Hanifah. Ia bukan orang kaya, sedangkan engkau membutuhkan bekal harta.”

Sejak itu Imam Abu Yusuf mulai jarang menghadiri majelis Imam Abu Hanifah. Imam Abu Hanifah pun merasa kehilangan. Suatu saat beliau bertanya mengenai seringnya Imam Abu Yusuf tidak hadir di majelis beliau. Imam Abu Yusuf menjawab, “Saya sibuk bekerja dan menaati apa yang dikatakan ayah saya.”

TYUIKOL

Mendengar itu Imam Abu Hanifah segera memberi Imam Abu Yusuf uang 100 dirham (kira-kira Rp 7 juta) seraya berkata, “Gunakan ini dan tetaplah mengikuti halaqah. Jika telah habis, sampaikan saja kepadaku.”

Akhirnya, Imam Abu Yusuf aktif kembali dalam halaqah. Imam Abu Hanifah pun terus memberi Imam Abu Yusuf uang dan tidak pernah terlambat. Hal itu terus berlangsung selama 29 tahun sampai Imam Abu Yusuf memperoleh banyak ilmu dan harta dari Imam Abu Hanifah (Muwaffaq al-Khawarizmi, Manaqib Abi Hanifah, 1/469).

nbgfedgfrde

Akhlak mulia juga ditunjukkan oleh Imam Abdurrahman. Salah seorang ulama mazhab Syafii ini terkenal dengan sifat wara’-nya. Khurrah binti Abdurrahman as-Sinjawi, istrinya, menyampaikan, bahwa suaminya pernah tidak makan nasi sekian lama. Pasalnya, penanaman padi membutuhkan banyak air. Saat itu, di wilayah tempat tinggalnya, yakni Marwa, air tidak banyak sehingga menjadi bahan rebutan. Akibatnya, banyak petani yang melakukan kezaliman terhadap petani lainnya demi memperoleh air untuk mengairi lahannya. Inilah yang menjadi alasan mengapa Imam Abdurrahman tidak makan nasi sekian lama (Lihat: Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, V/102).

hgfhgrf

Akhlak mulia juga ditunjukkan oleh Syaikh ad-Damiri ad-Darini, juga salah seorang ulama besar mazhab Syafii. Suatu saat ulama yang hidup pada abad ke-8 Hijrah ini melakukan perjalanan di wilayah Mesir dengan mengenakan sorban yang telah usang yang telah berubah warnanya hingga terlihat kebiru-biruan, seperti warna sorban yang dipakai oleh para pendeta Qibthi (Kristen Koptik). Karena itulah ada seorang yang tertarik mendekati beliau untuk mendakwahi beliau. Ia menyuruh Syaikh ad-Damiri masuk Islam dan bersyahadat, “Katakanlah aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Rasulullah.”

gyuio9kj

Tanpa sedikitpun tersinggung, apalagi marah, beliau segera mengucapkan kalimat syahadat. Kemudian orang itu berkata, “Pergilah kepada Qadhi untuk bersyahadat di hadapan beliau.”

Syaikh ad-Damiri pun pergi dengan diarak oleh banyak anak kecil di belakang beliau, sebagaimana yang biasa terjadi pada orang yang hendak masuk Islam.

akhlak

Setelah Syaikh ad-Damiri sampai ke tempat Qadhi, sang Qadhi yang cukup mengenal Syaikh ad-Damiri pun terheran-heran, “Ada apa ini, wahai Syaikh?”

Syaikh ad-Darimi menjawab, “Dia menyuruh aku untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Aku pun mengucapkannya. Lalu dia menyuruh aku pergi menghadap Anda untuk mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Anda. Karena itu aku pun datang kepada Anda.” (Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, VIII/200).

jbhjj

Akhlak mulia pun ditunjukkan oleh Imam Asy-Sya’bi. Suatu saat beliau dicela oleh seseorang. Namun, beliau tidak risau apalagi marah. Beliau hanya menanggapi si pencela dengan berkata, “Jika aku seperti yang engkau katakan, semoga Allah mengampuni aku. Namun, jika aku tidak seperti yang engkau katakan, semoga Allah mengampuni engkau.” (Imam al-Mawardi, Adab ad-Dunya’ wa ad-Din, hlm. 216).

Wa ma tawfiqi illa bilLah.

 

H.Mustafa Semrani

H.Mustafa Semrani

des

Silaturahim Oleh H.M Semrani

jhgre

Mukadimah

Segala puji bagi Allah SWT yang memberi petunjuk pada kebenaran dengan izin-Nya menuju jalan yang lurus. Shalawat dan salam kepada baginda Rasulullah SAW yang memberikan rahmat untuk seluruh alam. Allah mengutusnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk memenangkan atas seluruh agama, membenarkan yang benar walaupun orang-orang kafir membencinya. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah dididik oleh Allah SWT dengan apa yang diturunkan untuknya sehingga jadilah kepribadiannya menjadi kepribadian yang baik, keputusannya itu jelas, ungkapannya itu berada pada sastra yang tinggi, mempunyai pengaruh dalam memperbaiki jiwa, mentarbiyahnya, mengarahkannya dan membahagiakan seluruh manusia. Beliaulah sumber kebaikan, sumber cahaya menerangi jalan kemaslahatan untuk seluruh manusia. Sebagai mana kita juga mengharapkan dengan hadits ini untuk kebaikan kita di masa datang.

a_beautiful_story_by_nayzak-d3gs0xn

 

1. Keutamaan Silaturahim

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ قَالَ مَا لَهُ مَا لَهُ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَبٌ مَا لَهُ تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ ” .رواه البخاري .

36akhlak-Al-Quran

Teks Hadits dan penjelasannya:

Dari Abu Ayyub Al-Anshori RA bahwa ada seorang berkata kepada Nabi SAW, “Beritahukanlah kepadaku tentang satu amalan yang memasukkan aku ke surga. Seseorang berkata, ”Ada apa dia? Ada apa dia?” Rasulullah SAW berkata, ”Apakah dia ada keperluan? Beribadahlah kamu kepada Allah jangan kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, tegakkan shalat, tunaikan zakat, dan bersilaturahimlah.” (HR. Bukhari).

vcd

Penjelasan:

Ar-Rahim: bermakna kerabat dekat. Mereka adalah yang memiliki nasab baik mewarisi atau tidak, memiliki hubungan atau tidak.
Abu Ayyub: bernama Kholid bin Zaid dari kaum Anshar RA.
Yang dimaksud seseorang itu adalah Abu Ayyub. Beliau menyebutkan dengan nama samaran dan menyembunyikannya nama aslinya untuk kebaikan dirinya. Pendapat yang lain mengatakan dia adalah Ibnu Al-Muntafiq bernama Luqait bin Shabrah.
Para sahabat berkata ada apa gerangan ماله ماله kata ini menunjukkan kata tanya استفهام dan diulang-ulangnya dua kali untuk menunjukkan kata penegasan للتأكيد.
Yang dimaksud perkataan Rasulullah SAW arobun adalah pertanyaan karena kebutuhan yang mendesak.
Kata arobun ma lahu merupakan satu kata, adapun huruf mim yang berada di tengah-tengah antara kata arob dan lahu merupakan kata tambahan. Pendapat yang lain merupakan kata mim ini tersirat dan terpesan dengan arti besar dan mendesak sehingga arti secara keseluruhan adalah kebutuhan yang sangat besar dan mendesak.
Dalam riwayat lain ariba berarti butuh yang artinya dia bertanya karena ada kebutuhan atau bisa juga berarti bijak terhadap pertanyaan dan jenius dalam bertanya.
Di riwayat lain ariba berarti kehati-hatian contohnya, huwaariba artinya dia pintar dan hati-hati terhadap apa yang ia tanya karena bertanya membawa manfaat baginya.
Yang dimaksud menunaikan zakat adalah zakat wajib ini terbukti dengan dihubungkannya kalimat shalat dengan zakat.
Yang dimaksud dengan silaturahim adalah kamu berbuat baik kepada kerabatmu sesuai dengan keadaanmu dan keadaan mereka baik berupa infak, menyebarkan salam, berziarah membantu kebutuhan orang lain. Makna secara keseluruhan arti silaturahim adalah memberikan yang baik kepada orang lain dan menolak sedapat mungkin hal-hal yang buruk terhadap orang lain sesuai kemampuan.
Digabungkan kata shalat dengan sesudahnya juga berarti menggabungkan kata khusus dengan umum, ini untuk menunjukkan perkataan baginda Rasulullah SAW mencangkup seluruh ibadah.

H.MUSTAFA SEMRANI

H.MUSTAFA SEMRANI

??????????????????

The Wisdom in Islam : H.Mustafa Semrani

jhtre

“Wisdom In Islam” encompasses in its radiant
words the true goals that all of us must strive for.
Its bounty of mercy, forgiveness and guidance is
stunning in its clarity. Imagine using this wonderful
guidance on a regular basis? It is important to
endeavor to practice and then to invite others to
practice these beautiful words of wisdom.

hgffgngf
A Bedouin came one day to the Prophet
Mohammed (Peace Be Upon Him) and said to
him,”O, Messenger of Allah! I’ve come to ask you
a few questions about the affairs of this life and
the Hereafter.”

 

bgvfdgfdes
Ask what you wish.
-I’d like to be the most learned of men.
Fear Allah, and you will be the most learned of
men.

yt5
-I wish to be the richest man in the world.
Be contented, and you will be the richest man in
the world.

hgfds
-I’d like to be the most just of men.
Desire for others what you desire for yourself,
and you will be the most just of men.

mnhbgf
-I want to be the best of men.
Do good to others and you will be the best of
men.

nbgfedgfrde
– I wish to be the most favored by Allah.
Engage much in Allah’s praise, and you will be
most favored by Him.

bgfre
-I’d like to complete my faith.
If you have good manners you will complete
your faith.

index
-I wish to be among those who do good.
Adore Allah as if you see Him. If you don’t see
Him, He sees you. In this way you will be
among those who do good.

vfcdsdsa
-I wish to be obedient to Allah.
If you observe Allah’s commands you will be
obedient.

vfcds
-I’d like to be free from all sins.
Bathe yourself from impurities and you will be
free from all sins.

bvcds
-I’d like to be raised on the Day of
Judgment in the light.
Don’t wrong yourself or any other creature,
and you will be raised on the Day of Judgment
in the light.

rew
-I’d like Allah to bestow His mercy on
me.
If you have mercy on yourself and on others,
Allah will grant you mercy on the Day of
Judgment.

bgvfd
-I’d like my sins to be very few.
If you seek the forgiveness of Allah as much as
you can; your sins will be very few.

vcdxscds
-I’d like to be the most honorable man.
If you do not complain to any fellow creature,
you will be the most honorable of men.

gfredw
-I’d like to be the strongest of men.
If you put your trust in Allah, you be the
strongest of men.

hgtfre
-I’d like to enlarge my provision.
If you keep yourself pure, Allah will enlarge
your provision.

dsadsa
-I’d like to be loved by Allah and His
messenger.
If you love what Allah and His messenger love
you will be among their beloved ones.

cdsdsa
-I wish to be safe from Allah’s wrath on
the Day of Judgment.
If you do not lose your temper with any of your
fellow creatures, you will be safe from the
wrath of Allah on the Day of Judgment.

ww3r3r
-What will save me from sins?
Tears, humility and illness.

rwr3wr
-What are the best deeds in the eyes of
Allah?
Gentle manners, modesty and patience.

rttr4
-What are the worst evils in the eyes of
Allah?
Hot temper and miserliness.

eeee
-What assuages the wrath of Allah in this
life and in the Hereafter?
Concealed charity and kindness to relatives.

45
-What extinguishes hell’s fires on the
Day of Judgment?
Patience in adversity and misfortunes.

jk
“I have never heard a tradition more comprehensive
of the beauties of religion, and more
beneficial than this hadith. It collects all the
good things of Islam.” (Related by Imam Ibn
Hambal).

H.Mustafa Semrani

H.Mustafa Semrani

bgvfdbgvfd

Pondasi dan Kode Etik Pergaulan Muslim dengan Non Muslim Oleh H.Mustafa Semrani

Kami ingin mengetahui dengan jelas bagaiman seorang muslim memandang orang non muslim. Bagaimana ia bergaul dengan mereka, sesuai dengan ajaran Islam?

jhgfed


Alhamdulillah.

1. Islam adalah agama rahmat dan agama keadilan.

2. Kaum muslimin diperintahkan untuk mendakwahi kalangan non muslimin dengan cara yang bijaksana, melalui nasihat dan diskusi dengan cara yang terbaik. Allah berfirman:

“Janganlah engkau berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang terbaik, kecuali orang-orang yang zhalim di antara mereka..”

3. Allah hanya menerima Islam sebagai agama. Allah berfirman:

“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS.Ali Imraan : 85)

4. Kaum muslimin harus memberi kesempatan kepada orang-orang kafir untuk mendengar Kalamullah. Allah berfirman:

“Dan jika seseorang dari orang-orang musyirikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui..” (QS.At-Taubah : 6)

5. Kaum muslimin harus membedakan antara masing-masing orang-orang kafir dalam pergaulan; membiarkan saja, orang-orang itu yang tidak perduli dengan kaum muslimin, memerangi di antara orang-orang itu yang memerangi mereka, mengenyahkan di antara orang-orang kafir itu yang sengaja menghalangi tersebarnya dakwah Islam dan berlakunya hukum Islam di muka bumi.

6. Sikap kaum muslimin terhadap non muslim dalam soal cinta kasih dan kebencian hati, didasari oleh sikap mereka terhadap Allah. Orang yang beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu, akan dihidupkan oleh Allah. Tetapi karena orang-orang kafir itu tidak beriman kepada Allah dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, menyimpang dari agama Allah dan membenci kebenaran, maka kaum muslimin juga harus membenci mereka.

7. Kebencian hati bukan berarti bersikap menzhalimi, dalam kondisi apapun. Karena Allah berfirman kepada Nabi-Nya tentang sikap yang wajib terhadap Ahli Kitab:

“Aku diperintahkan untuk berbuat adil di antara kalian; Allah adalah Rabb kami dan Rabb kalian, bagi kami amalan kami dan bagi kalian amalan kalian..”

Rasulullah adalah muslim, sementara mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nashrani.

8. Kaum muslimin harus berkeyakinan, bahwa dalam kondisi bagaimanapun seorang muslim tidak boleh bersikap zhalim kepada non muslim. Sehingga tidak boleh menganiaya mereka, menakut-nakuti mereka, tidak boleh menggertak mereka, tidak boleh mencuri harta mereka, tidak boleh mencopetnya, tidak boleh bersikap curang terhadap hak mereka, tidak boleh mengkhianati amanah mereka, tidak boleh tidak membayar upah mereka, membayar mereka harga barang jualan mereka kalau kita membelinya dari mereka, memberi untung dalam usaha patungan dengan mereka.
Firman Allah:

“dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu.Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu.Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)”. (QS.Asy-Syuraa : 15)

9. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa seorang muslim harus menghormati perjanjian yang dilakukan antara dirinya dengan orang non muslim. Kalau ia sudah setuju dengan persyaratan yang mereka ajukan misalnya untuk masuk negeri mereka dengan visa, dan ia sudah berjanji untuk menaati perjanjian tersebut, maka ia tidak boleh merusaknya, tidak boleh berkhianat atau memanipulasi, membunuh atau melakukan perbuatan merusak lainnya. Demikian seterusnya.

10. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa kalangan orang-orang kafir yang memerangi mereka, mengeluarkan mereka dari negeri mereka dan menolong orang-orang itu memerangi kaum muslimin, darahnya halal bagi kaum muslimin.

11. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa seorang muslim boleh berbuat baik kepada orang non muslim dalam suasana damai, dengan bantuan finansial, memberi makan mereka yang kelaparan, memberi pinjaman bagi mereka yang membutuhkan, menolong mereka dalam perkara-perkara yang mubah, berlemah-lembut dalam tutur kata, membalas ucapan selamat mereka (seperti selamat belajar), dan lain sebagainya. Allah berfirman:

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah : 8)

12. Kaum muslimin hendaknya tidak menahan diri untuk bekerjasama dengan kalangan non muslim dalam menegakkan kebenaran, memberantas kebatilan, menolong orang yang dizhalimi, memberantas segala bahaya terhadap kemanusiaan seperti perang memberantas kotoran, memperoleh barang bukti dan memberantas penyakit-penyakit menular dan lain-lain.

13. Kaum muslimin harus meyakini bahwa ada perbedaan antara muslim dengan non muslim dalam beberapa ketentuan hukum, seperti diyat (ganti rugi untuk pihak keluarga terbunuh, bila si pembunuh tidak diqishah), warisan, pernikahan, perwalian dalam nikah, masuk kota Mekkah dan lain-lain. Semua hukum tersebut dijelaskan dalam buku-buku fikih Islam. Kesemuanya itu didasari oleh perintah-perintah dari Allah dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga tidak mungkin disamaratakan antara orang yang beriman kepada Allah semata, tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu, dengan orang yang kafir kepada Allah saja, dan dengan orang yang kafir kepada Allah dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, lalu berpaling dari agama Allah yang benar.

14. Kaum muslimin diperintahkan untuk berdakwah mengajak ke jalan Allah di seluruh negeri-negeri Islam dan di negeri-negeri lain. Mereka harus menyampaikan kebenaran kepada semua orang, mendirikan masjid-masjid di berbagai penjuru dunia, dan mengirimkan para dai ke tengah masyarakat non muslim, serta mengajak berdialog dengan para pemimpin mereka untuk masuk ke dalam agama Allah.

15. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa kalangan non muslim yang memiliki agama samawi dan non samawi semuanya tidaklah benar. Oleh sebab itu, kaum muslimin tidak boleh mengijinkan kalangan non muslim untuk menyebarkan para dai atau misionaris mereka, atau membangun gereja-gereja di negeri-negeri Islam. Allah berfirman:

“Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir) Mereka tidak sama. “

Barangsiapa yang mengira bahwa Islam itu sama saja dengan agama-agama lain, maka ia keliru besar. Para ulama membuka pintu dialog dengan kalangan non musliom. Mereka juga memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pandangan dengan orang-orang kafir, serta bersedia menjelaskan kebenaran kepada mereka. Sebagai penutup, Allah berfirman:

“Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS.Ali Imraan : 64)

Demikian juga firman Allah:

“Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka..” (QS.Ali Imran : 110)

H.MUSTAFA SEMRANI

H.MUSTAFA SEMRANI

mjhr

Memindahkan Hati Ke Akherah Oleh H.Mustafa Semrani

“Barangsiapa mengharapkan akhirat, kemudian berusaha untuk mendapatkannya sedang ia seorang Mukmin, maka usahanya akan diganjar.” (QS. al-Israa’:19)
Kita ini dalam perjalanan pulang. Pulang ke kampung Akherat. Tapi orang-orang bodoh, mereka bekerja mati-matian untuk bekal dunia. Orang-orang seperti itu, adalah orang-orang yang tertipu. Dan lebih bodoh lagi kalau ada orang yang mau berjihad fii sabilillah tujuannya dunia. Ngeri orang seperti itu. Akibat sikap orang-orang seperti ini, akhirnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam giginya patah dalam perang Uhud.

jnbvcPemanah-pemanah dalam perang Uhud itu turun rebutan ghonimah. Minhum man yuriidu dunya minhum man yuriidu akhiroh. Para perindu akhirat inilah yang menjadi perisai-perisai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang menghendaki akhirat pada waktu itu, adalah Anas bin Nadhr. Yang ketika dia mati, di dadanya terdapat lebih dari tujuh puluh lubang antara luka pedang tombak dan panah.

juytrIbnul Qoyyim al Jauziyah mengatakan, “Kalau hati ini sehat dari penyakit ini, maka hati kita ini akan pindah ke akhirat.” Jasadnya saja di dunia. Itulah orang yang akalnya sehat. Dia sadar bahwa dia sekarang sedang berjalan ke akherat. Dia tamak sekali menumpuk kekayaan untuk akherat. Seperti tamaknya ahli dunia menumpuk harta kekayaan di dunia. Sebagaimana ‘Aisyah rodliyallahu ‘anha. Beliau itu menabung, sampai mendapatkan seratus ribu dirham dan dia punya daftar nama-nama orang yang hendak dibagi-bagi. Tatkala beliau mendapat seratus ribu dirham itu, senangnya bukan main. Senang bukan karena tamak dengan dunia, tapi tamak dengan akherat. Target nama-nama yang beliau kumpulkan terpenuhi. Kakaknya Asma’, ibunya Abdullah bin Zubair lain lagi. Beliau tidak mau menabung sebagaimana ‘Aisyah radliyallahu ‘anha. Pokoknya harta yang didapatkan hari itu, habis ‘Isya harus habis. Semuanya disedekahkan sebelum tidur, besoknya mencari yang baru. Besok pagi adalah urusan besok pagi. Sikap Asma’ ini sama nilainya dengan ‘Aisyah.

r43

Benar kata Ibnul Qoyyim al Jauziyah ini, kalau hati kita sehat akan berpindah ke akherat. Pindah dari barang-barang kecil di dunia ini kepada sesuatu yang tinggi. Dan mulai di akherat. Bagaimana caranya agar hati kita pindah dari dunia ke akherat? Kalau kita berkumpul hanya membicarakan masalah dunia, meetingnya hanya masalah dunia dan tak pernah ngaji, tidak pernah membicarakan halal haram, maka hati kita akan semakin mendalam terhadap dunia. Maka hati akan menjadi sakit.

JHGTFD

Seorang ‘Alim berkata: “Kasihan ahlu dunia, keluar dari dunia tidak pernah merasakan sesuatu yang paling nikmat di dunia.” Sebagian orang bertanya, “Apa sesuatu yang paling nikmat di dunia itu?” Berkata, “Mahabatullah.” Merasa tenang tatkala berinteraksi dengan Allah, rindu segera bertemu dengan Allah, dan merasa nikmat tatkala dzikir kepada-Nya dan melaksanakan ketaatan-Nya.

gr

Berikutnya, ciri orang-orang yang merasakan sesuatu yang paling nikmat di dunia adalah merasa nikmat tatkala berinteraksi dengan Allah. Dia merasa nikmat tatkala bangun jam dua malam melaksanakan qiyamul lail. Merasa tentram dan tenang. Kemudian rindu ingin segera bertemu dengannya. Alkisah, para mujahidin Arab, sebagian dari Yaman, Syiria, Qathar, dan Saudi, yang tadinya ikut jihad di Afghanistan, merasa sedih karena di jihad di Afghanistan usai. Mereka merasa sedih dan seakan tak punya harapan lagi untuk meraih manisnya mati syahid. Seperti pedagang pasar yang pasarnya sepi. Mereka berkata, “Kalau jihad sudah tak ada bagaimana nasib kita ini?” Jadi mereka sedih karena jihad sudah usai. Jadi akhirnya mereka pulang ke negerinya masing-masing di jazirah Arab.

images

Kemudian mereka mendengar ada tragedi pembantaian umat Islam di Bosnia. Mereka mendengar bahwa di Bosnia ada jihad. Mereka merasa senang sekali pergi ke sana. Mereka berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru dunia. Senangnya mereka itu seperti senangnya ahlu dunia mengejar pasar. Kenapa mereka bisa seperti itu, karena rindunya akan segera bertemu dengan Allah sudah tak tertahankan.

bgfre

Orang-orang yang hatinya telah pindah ke akherat, mereka merasa nikmat dengan ketaatan yang ia laksanakan. Kenikmatan yang besar karena ia selalu ingat Allah, merasa diawasi oleh-Nya. Orang-orang seperti inilah yang patut mengatakan, “Kasihan ahlu dunia. Mereka tidak bisa merasakan sesuatu yang paling nikmat di dunia. Cita-citanya sangat dangkal!”

Kepada para perindu akherat lah kita seharusnya ‘mendongak’ dan iri dengan watak mereka.

H.Mustafa Semrani

H.Mustafa Semrani

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,787 other followers

%d bloggers like this: